PESONA BATU BUSUK

slbn1padang.sch.id - Batu Busuk nama nagarinya, Batu Busuak orang Minang menyebutnya. Negeri yang terletak di Papiko singkatan dari Padang Pinggir Kota. Memiliki pesona dan cerita  sejarah yang diperkuat oleh peninggalan Belanda.

Uwak ibu dari amak Guno pernah bercerita kenapa  nagari  itu bernama Batu Busuk. Penamaan tersebut di sebabkan memang ada batu yang beraroma tidak sedap di daerah ini. Dulu di daerah ini ada sebuah batu yang lumayan besar bernama batu Puru.  Batu tersebut berada di pinggir sungai. Air yang mengalir dari batu tersebut mengeluarkan aroma seperti bau bangkai maka itulah asal muasal negeri ini dinamakan Batu Busuk.

Di pinggir batang air  tinggallah seorang nenek dengan cucunya. Orang-orang memanggil nenek itu dengan panggilan Uwak pinang karena pekerjaannya setiap hari mengumpulkan pinang. Pinang-pinang tersebut dibelah dan dijemurkan di halaman rumahnya. Baru setelah kering pinang itu dijualkan pada pengumpul pinang yang datang sekali seminggu ke Nagari Batu Busuk. Cucu Uwak Pinang bernama Guno dengan harapan agar cucunya tersebut berguna nantinya setelah besar. Mereka tinggal berdua saja  Amak dan Apak Guno mengurus ternak ayam milik Angku Saba. Peternakan itu terletak di kampung Pintu Gabang yang berada di seberang batang air. Untuk menuju kampung Gabang ada jembatan gantung sebagai penghubung. Jembatan akan berayun-ayun  jika ada yang menyeberang di atasnya. Sesekali saja Guno ke tempat amak apaknya untuk menjemput belanja dan beras.   Guno tinggal bersama uwak selain sebagai teman bagi uwak juga untuk mempermudahnya pulang pergi ke sekolah. Pernah jembatan gantung yang menghubungkan kedua tempat tersebut  putus.  Guno dan teman-temannya yang tinggal diseberang meniti berpergangan pada sisi jembatan yang masih terentang padahal yang sebelahnya sudah lepas. Karena khawatir akan keselamatan Guno mulai saat itu Guno sampai sekarang tinggal bersama uwaknya.

Untuk masuk ke kampung tempat Guno tinggal ada dua jembatan yang menghubungi Nagari Koto Tuo dengan Nagari Batu Busuk. Jembatan tersebut menghubungkan dua kelurahan  Limau Manis dan kelurahan Lambuang Bukik. Penampilan kedua jembatan tersebut sangat berbeda karena jembatan  pertama berbentuk jembatan gantung dibangun pada pemerintahan Hindia Belanda sudah lebih seratus tahun usianya. Jembatan tersebut sekarang tidak digunakan lagi sebagai sarana tranportasi.  Jembatan tersebut  masih digunakan pengunjung sebagai tempat  berfoto ria  berlatar nagari  Koto Tuo. Jadi lengkap sudah Koto Tuo dengan jembatan gantung yang sudah tuo.   Jembatan yang satunya lagi terbuat dari beton yang kokoh sehingga warga  Batu Busuk tidak susah keluar masuk Nagari.

Adakalanya sekali tiga tahun jembatan ini akan sangat ramai oleh para pemancing dari berbagai penjuru negeri. Karena ikan larangan dilepas ajiannya. Ikan larangan akan dibiarkan hidup bebas berenang di batang air Batu Busuk tanpa ada yang menangkapnya. Menurut pengalaman terdahulu apabila ada yang memakan ikan larangan maka akan sakit perutnya sampai muntah-muntah. Hal itu yang membuat ikan-ikan lestari mencapai sebesar paha orang dewasa. Beberapa hari sebelum ajian ikan dilepas sudah di sebar pengumuman bahwa siapa saja boleh   memancing. Para pendatang menyumbang uuang untuk pembangunan kampung, masjid atau jalan.

Apabila mau memasuki bulan Ramadhan batang air di Batu Busuk juga ramai dikunjungi dalam rangka balimau. Balimau mandi di sungai dengan membasahi kepala setelah itu diberi ramuan palimau yang terbuat dari daun pandan dan ramuan wangi lainnya.  Ini sudah menjadi tradisi, balimau mensucikan diri karena mau mamasuki bulan suci.

“ Uwak Guno pai  mandi ka patamuan yo wak,” Guno meminta izin pada uwaknya untuk pergi mandi pada uwaknya.

Jo sia ang pai ka situ?” dengan siapa kamu kesana  tanya uwak .

Samo Izul, Salim jo  Tando wak” jawab Guno.

Guno mengeluarkan ban dalam bekas miliknya mereka menyebutnya benen lalu menyandang benen tersebut. Benen ini akan digunakan  untuk mandi-mandi nantinya dengan temannya.

            Kama awak lalu Guno?” Salim menanyakan jalan mana yang akan dilewati.

            Jalan biaso awak naik janjang ka PLTA” Kata Tando

 

Bagi Guno dan teman-temannya yang sudah terbiasa kesana tidaklah sulit bagi mereka menuju Patamuan. Mereka mengikuti lereng bukit yang banyak ditumbuhi pepohonan. Batang pinang berbaris bau arainya tercium semerbak mewangi. Mereka menaiki anak tangga yang lumayan banyak pemandangan kian elok karena mereka sudah mencapai ketinggian.

Tak lama sampailah mereka ketempat yang dituju.   Semacam wahana air yang merupakan kanal air PLTA yang dipergunakan sebagai tempat mandi-mandi. Tempat mandi tersebut  tidak saja didatang oleh anak nagari Batu Busuk tapi bagi mereka yang suka berpetualang akan sampai kesana.

Sebenarnya kanal ini sebagai tempat penyaluran air dari Padang Janiah dan air  Padang Karuah yang berada di bendungan patamuan menuju pemutar turbin PLTA Kuranji.

             Awak taruih ka patamuan bana baru beko basihanyuik” Tando punya usul katanya kita lanjut ke Patamuan dulu baru nanti berenang mengikuti arus air. Nama Patamuan diambil dari temat bertemunya dua sungai Padang Janiah dan sungai Padang Karuah. Sungai Padang Janiah airnya jernih sedang sungai Padang Karuah airnya keruh. Orang Batu Busuak menyebut Sungai dengan sebutan Batang aie atau batang air.

Kata uwak Guno nama Patamuan itu asalnya karena disana dulu rakyat batamu ( bertemu)  mengatur strategi untuk menggempur penjajah. Bagi Guno cerita uwak dan keadaan sungai yang disaksikannya bisa benar keduannya.  Di antara Padang Janiah dan Padang Karuah berdiri sebuah bukit yang curam. Salim mengatakan kata angkunya bukit itu bernama  Bukik Pungguang Ladiang. Mungkin karena mirip punggung ladiang ( punggung Parang) maka diberi nama Bukik Pungguang Ladiang. Disana juga berdiri bangun lama yang masih kokoh peninggalan Belanda untuk mengendalikan air bendungan.

 

            Awak mandi siko sajolah kata Izul  yang sudah tidak sabaran melihat air yang jernih. Mereka turun ke bawah bendungan. Banyak sekali bebatuan bunyi air menderu turun dari bendungan. Guno memandang ke atas seperti air terjun saja ia saksikan. Mereka melewati bebatuan Guno meletakan benen di atas batu besar. Ia tidak menggunakan benennya karena lubuk tempat mereka mandi tidak terlalu dalam. Burrrrr sejuk  dirasakan lubuk dengan air yang biru. Mereka pindfah-pindah lubuk yang  setiap lubuk  airnya berwarna biru begitu juga dengan air sungainya.

             Mereka mandi sepuas-puasnya mata Guno sudah memerah. Panas kian terik air di lubuk kian biru warnanya. Perut mereka mulai keroncongan terbayang katan durian buatan uwak.  Empat sekawan beranjak pulang mereka basihanyuik melalui air penggerak turbin.

 

 

 

 

 

 

Pojok Informasi

Batu Busuak berada di kelurahan Lambuang Bukik Kecamatan PAUH Kota Padang. Dari Pusat Kota sekitar 15 Km menuju gerbang Kampus Universitas Andalas. Barisan perbukitan memagari kota bengkuang ini. Secara topografi lokasi Batu Busuak berada di kaki bukit dengan ketinggian 255 mdpl. Dikelilingi sungai-sungai dan perbukitan membuat alam ini berhawa sejuk. Batu Busuak juga daerah penghasil durian yang terkenal di Kota Padang.

Berita

KELAS IT SLB NEGERI 1 PADANG KEMBA...

02 Feb 2024

Dibaca 449 Kali | 02 Feb 2024

Selengkapnya

SLB INSAN MULIA PAYAKUMBUH SEHARI DI SL...

27 Sep 2023

Dibaca 567 Kali | 27 Sep 2023

Selengkapnya

GANCI CANTIK PROJEK KEWIRAUSAHAAN DI SL...

21 Sep 2023

Dibaca 432 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

KEGIATA...

21 Sep 2023

Dibaca 300 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

GURU SLB NEGERI 1 PADANG LAUNCING BUKU

10 Aug 2023

Dibaca 362 Kali | 10 Aug 2023

Selengkapnya

PERPISAHAN DAN PELEPASAN MAHASISWA PPL P...

08 Aug 2023

Dibaca 309 Kali | 08 Aug 2023

Selengkapnya

Seni dan Budaya

HAPI FANIA SISWA TUNARUNGU JUARA SATU ME...

30 May 2022

Dibaca 568 Kali | 30 May 2022

Selengkapnya

TARI MOLAH BAGURAU MENGHIPNOTIS PENONTON

29 May 2022

Dibaca 387 Kali | 29 May 2022

Selengkapnya

SLB NEGERI 1 PADANG MENGGELAR ALEK NAGAR...

02 Feb 2022

Dibaca 612 Kali | 02 Feb 2022

Selengkapnya

Sumarak Minang Sahari di SLB Negeri 1 Pa...

22 Dec 2021

Dibaca 751 Kali | 22 Dec 2021

Selengkapnya

PENGEMBANGAN LITERASI BUDAYA UNTUK KEGIA...

22 Dec 2021

Dibaca 723 Kali | 22 Dec 2021

Selengkapnya

PESONA BATU BUSUK

10 Apr 2021

Dibaca 1183 Kali | 10 Apr 2021

Selengkapnya

Sastra

KELAS IT SLB NEGERI 1 PADANG KEMBA...

02 Feb 2024

Dibaca 449 Kali | 02 Feb 2024

Selengkapnya

SLB INSAN MULIA PAYAKUMBUH SEHARI DI SL...

27 Sep 2023

Dibaca 567 Kali | 27 Sep 2023

Selengkapnya

GANCI CANTIK PROJEK KEWIRAUSAHAAN DI SL...

21 Sep 2023

Dibaca 432 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

KEGIATA...

21 Sep 2023

Dibaca 300 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

GURU SLB NEGERI 1 PADANG LAUNCING BUKU

10 Aug 2023

Dibaca 362 Kali | 10 Aug 2023

Selengkapnya

PERPISAHAN DAN PELEPASAN MAHASISWA PPL P...

08 Aug 2023

Dibaca 309 Kali | 08 Aug 2023

Selengkapnya