KISAH PERJALANAN KE ARVENA Oleh: Lifya

https://www.slbn1padang.sch.id/Sebagai seorang guru memang hari liburlah yang bisa membuatku agak leluasa untuk pegi-pegi.com. Biasanya liburan dekat-dekat saja itupun sering tidak nginap. Sebagai anak pertama aku jarang meninggalkan rumah karena selalu menjadi tuan rumah pengganti ibu bagi adik-adikku. Kali ini si bungsu merayuku untuk berlibur ke tempatnya. Karena  sudah lebih setahun ia merantau di bumi Lancing  Kuning.

 “ Ibu Travel sudah menuju rumah kita, sebentar lagi sampai” Si abang memandu sopir travel untuk menjempuku ke rumah melalui telefon.

Tak lama travel yang sudah dipesan pun datang menjemputku, aku berangkat dilepas anak dan cucu tersayang. Sedih rasanya meninggalkan mereka apalagi cucuku lagi lucu-lucunya.Karena aku penumpang terakhir maka travelpun langsung menuju arah kota Solok. Bersyukur sekali travel yang aku tumpangi terasa nyaman. Penumpang di sekitarku semuanya anak muda sepertinya mereka semua mahasiswa yang ingin berlibur Natal dan tahun baru.

Sopir travel sepertinya sudah mengenal seluk beluk jalan pintas sehingga ia bisa mencari  jalan alternatif.

Sebenarnya berat juga hatiku meninggalkan rumah dan anak cucu apalagi adik-adikku akan pulang pula untuk berlibur.

Hati yang nelangsa aku alihkan dengan melayangkan pandangan ke luar jendela. Udara terasa sejuk dengan pemandangan padi yang hampir menguning tentu tidak lama lagi mereka akan panen dan bisa menikmati beras anak daro yang harum. Tak berapa lama mobil memasuki daerah Indarung sebuah daerah tempat pabrik semen yang sudah berdiri lebih satu abad yang lalu.

Aku masih ingat akibat aktifitas perusahan debu pabrik telah menjadi keluhan warga sekitar. Permasalahan debu tersebut telah menjadi perbincangan yang hangat oleh masyarakat, terutama bagi yang tidak jauh tinggal di sekitar pabrik. Aku memperhatikan banyak atap rumah penduduk sekitar yang dipenuhi debu, lama kelamaan bisa merusak atap rumah warga. Debu- debu tersebut kata penduduk sekitar merupakan debu semen yang datang dari pabrik. Debu itu menjadi lengket keras pada atap tidak lepas lagi meski ditiup angin. Belum lagi terhadap kesehatan masyarakat yang berda di sekitar perusahaan.

Karena penasaran di dalam perjalanan akupun membuka HP mencari tahu solusi dari pabrik besar tersebut ternyata KLH telah menurunkan tim verivikasi atas pengaduan masyarakat. KLH juga sudah menganalisis laboratorium atas sampling kualitas udara yang diambil dari beberapa titik pada pemukiman.

Mobil travel kian melaju memasuki daerah Sitinjau Lauik. Aku hanya berharap permasalahan demi permasalahan bisa diselesaikan secara damai karena menurutku pabrik itu sudah duluan berdiri lebih satu abad yang    lalu. Jadi masyarakat juga harus cerdas dan waspada akan kesehatan dan kerugian dampak terhadap lingkungan dimana ia akan mendirikan bangunan. Lampu  jalanan tampak berkilau menambah indahnya senja. Pak sopir memberhentikan mobil di depan sebuah rumah makan. Aku berlari-lari kecil melipir di bawah atap menuju mushola hendak melaksanakan syalat magrib.

[Ibu sedang istirahat di rumah makan sebentar lagi mobil akan melaju ] Pesanku sebelum mobil berangkat kepada kedua anakku.

Tak lama mobilpun bergerak menuju tujuan. Aku  sesekali mengintip ke luar jendela. Awalnya aku masih kenal daerah yang aku lalui tapi karena lampu jalanan tidak seterang semula banyak daerah yang tidak ku ketahui.

Jam 02.45 kembali aku menerima pesan dari si Abang ia mau menjemputku. Ia meminta  khabari kalau sudah sampai di Tugu Patin. Begitu harap akan kedatangan ibunya begitu juga denganku sudah tak sabaran untuk bertemu. Menjelang Air Molek jalan yang di tempuh cukup hancur mobil terguncang-guncang membuat semua kehilangan kantuk. Penumpang satu persatu diantarkan ke rumahnya ternyata memakan waktu juga berputar-putar di waktu dini hari di Air Molek.

Subuh mobil memasuki kota Japura di terminal kami istirahat dan shalat Subuh. Aku mengabari tempat keberadaanku ternyata anakku sudah dari tadi menunggu di tugu ikan patin. Ia mengirimkan foto tugu ikan patin takut kalau-kalau kelewat nanti. Perjalanan pagi itu terasa segar.  Tak lama dari kejauhan aku melihat tugu ikan patin cantik sekali kena sorotan lampu di atasnya seperti kelopak bunga mawar. Pada bagian tengah ada dua ekor ikan patin besar melilit tiang tugu. Di bagian paling bawah ada bangunan melingkar bernuansa rumah adat melayu pescis seperti foto yang dikirimkan anakku tadi.Tugu ikan patin berada tepat di tengah prapatan jalan. Menandakan aku sudah berada di Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indra Giri Hulu. Menurutku tugu tersebut  pasti berhubungan dengan banyaknya ikan patin sehingga dijadikan ikon kota tersebut. Kepada      bapak sopir kembali diingatkan bahwa anakku menunggu di sana. Benar saja mobil yang aku tumpangi dicegatnya pas di simpang tugu ikan patin. Ibu dan anak saling melepas rindu lalu melanjutkan perjalanan ke Desa Pejangki salah satu desa yang ada di Kecamatan Batang Cenangku. Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.

Di pedalaman Indragiri Hulu disinilah anakku merantau di daerah ini terhampar sebuah kebun kelapa sawit yang menarik perhatian banyak orang. Kebun tersebut dikenal sebagai "Kebun Sawit Arvena Indragiri Hulu," yang tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi anakku.

Semilir angin terasa segar menerpa pipiku, motor yang dikendarai berjalan pelan karena     bawaan yang sudah aku sortir masih terasa banyak dan sedikit merepotkan. Aku menikmati perjalanan bersama. Ada sinar bahagia terpancar pada wajah putra bungsuku itu. Semua menjadi cerita yang indah  kedengaran ditelingku. Sudah rindu aku akan celotehnya, sesekali dibumbui dengan candaan khasnya aku bahagia.

Lebih satu jam perjalanan menuju Desa Pejangki, sebelum menuju lokasi kami pun mampir dulu ke Pasar Kilan sarapan dan mencari bahan – bahan yang aku perlukan. Dagangan yang dijajakan kebanyakan disesuaikan dengan daerah dan kebiasaan si penjual. Aku tertarik melihat tempe yang dibungkus dengan plastik, tempe tersebut masih berderai. Kata si penjual ini baru bagus setelah tiga hari lagi jadi bukan untuk diolah hari ini.

Sampai juga akhirnya ke tanah perantauan ke tempat anakku mengadu untung. Perjalanan tidak ada kendala karena cuaca pagi itu cukup bagus. Biasanya kalau sehabis hujan ada beberapa   titik jalan yang lumer seperti bubur. Semua pemandangan di penuhi oleh kebun sawit tempat ini  terletak di tengah-tengah keindahan alam Indragiri Hulu. Sebuah tempat yang kaya akan keaneka ragaman hayati. Aku perhatikan setiap pohon sawit yang dilalui yang ditanam dengan rapi.

Besar juga mess yang ditempati anakku dengan fasilitas yang memadai bangunan semi  permanen dengan kawat anti nyamuk di setiap pintunya baik pintu angin maupun pintu masuk. Sampai disana aku tidak merasa berada di tengah perkebunan. Seperti berada di satu komplek . 

Teman abang lagi liburan di kampung bu, mungkin besok atau lusa kembali lagi”  katanya.

Ya memang anakku pernah bercerita ada teman satu mess dengannya, berdua dalam satu mess menjadikan mereka kompak dan rukun. Ada sama di makan tidak sama di tahan begitulah hidup di rantau yang mereka terapkan sangat pandai mereka menjaga pergaulan. Ibu cari sanak pun cari induk semang cari dahulu.

Sore hari di Pejangki aku dibawa keliling perkebunan sawit. Mulai dari tempat pembibitan yang sangat dijaga penanaman dan pemeliharaannya untuk seleksi bibit secara normal. Bibit-bibit sawit tersebut berjejer rapi banyak sekali tumbuh di tanam dalam polybag  yang tingginya sudah mencapai sepinggang orang dewasa.

“Dalam budi daya sawit, untuk mendapatkan bibit unggul tidak bisa asal-asalan karena memegang peranan penting menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman nantinya” Jelas anakku.

Para petani di kebun ini juga menerapkan praktik-praktik pertanian berkelanjutan, memastikan bahwa produksi kelapa sawit tidak merugikan ekosistem setempat.

Setelah dari pembibitan aku dibawa menuju daerah ketinggian, gerombolan sapi tak terhitung banyaknya. Peternak membiarkan sapi-sapinya berkeliaran di sana. Peternak sapi tidak perlu lagi mencarikan rumput untuk pakan sapi-sapinya. Sebab sudah tersedia rumput hijau di areal perkebunan. Bagi perusahan juga menguntungkan karena tidak perlu lagi membersihkan rumput yang bisa saja mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Disisi lain kotoran sapi juga bisa menjadi pupuk alami untuk menyuburkan sawit-sawit tersebut. Disamping itu kotoran sapi juga bisa di gunakan menjadi biogas yang dipergunakan untuk bahan memasak menjadikan petani lebih berhemat. Kian ke atas kian banyak sapi aku temukan sapi-sapi yang sehat dan besar-besar. Sapi-sapi itu  bergerombol  terlihat lahap makan sesuatu.

“ Apa yang dimakan sapi-sapi itu bang ?“ tanyaku  “ Itu lumpur sawit bu,  orang menyebutnya Solid.

“ Sawit tidak hanya bagian buahnya saja yang berguna sebagai bahan baku minyak dan biodiesel. Limbahnya juga bisa di manfaatkan sebagai pakan ternak. Sapi yang diberi pakan lumpur sawit bisa gemuk lebih cepat dan memiliki serat daging yang halus  serta tanpa lemak” aku mendengarkan penjelasan anakku sambil mendekati sapi-sapi tersebut.

  Bagi pabrik ini limbah tapi bagi peternak ini pakan yang berharga selaku

Benar ngak kebayang berapa banyak rumput yang akan disabitkan untuk sapi sebanyak  ini katanya

Solid merupakan hasil pengolahan ikutan kelapa sawit yang banyak mengandung air.

Ini bisa menyebabkan pencemaran lingkungan apabila dibuang begitu saja. Tentunya akan sangat menguntungkan apabila solid tersebut bisa digunakan secara luas seperti untuk pakan ternak. Pemanfaatan solid sebagai pakan bisa mengatasi permasalahan  ketersediaan pakan di musim kemarau dan produktifitas ternak bisa meningkat. Solid akan diawetkan dengan cara pengeringan yang dicetak berbentuk blok yang diberi nama roti solid.  Solid ini bisa disimpan lama juga kandungan nutrisinya lebih lengkap karena sudah ditambahkan dengan bahan pakan lain.

Menurut pengamatanku satu hal yang membuat Kebun Sawit Arvena unik adalah pendekatan mereka terhadap manajemen limbah. Mereka memiliki sistem daur ulang limbah yang efisien. Memastikan bahwa limbah dari proses produksi kelapa sawit diolah kembali menjadi produk berguna seperti pupuk organik. Dengan cara ini, kebun tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekologis.

“Ibu coba ke sini Panggilnya

Akupun mendekat terasa hawa panas di kakiku.

Hawa panas tersebut berasal dari janjangan kosong orang menyebutnya jangkos. Jangkos merupakan limbah padat kelapa sawit yang dihasilkan setelah hasil perebusan dan perontokan. Limbah ini sepertinya limbah paling rekor banyaknya dari proses pengolahan tandan buah segar disebuah pabrik kelapa sawit. Makin meningkat pengolahan tandan segar maka akan kian menumpuk pula jangkosnya. Aku melihat ada sejenis jamur yang bermunculan. Bentuknya agak  sexi berwarna putih.

 “ Ibu itu jamur sawit jangkos namanya dan bisa di konsumsi anakku mulai mencabut  jangkoas demi jangkos lalu memberikannya kepada ku.

Jangkos-jangkos yang berserakan di sekitar pohon sawit lama-lama akan membusuk dan timbul jamur-jamur jangkos. Manfaat limbah sawit ternyata merupakan alternative yang bagus untuk membantu perekonomian masyarakat dan praktis untuk dibudidayakan. Masyarakat sekitar sepulang panen sawit menyempatkan diri mengumpulkan jamur jangkos tersebut untuk dikonsumsi atau untuk dijualkan. Jamur jangkos sudah mulai dibudi dayakan oleh masyarakat sekitar dengan memanfaatkan limbah jangkos. Hal ini juga bisa sebagai solusi untuk mengatasi limbah yang banyak dari perkebunan yang sangat luas ini. Selain Jangkos juga ada tumbuh jamur jenis lain dengan ciri khas yang berbeda dan tidak baik dikonsumsi.

Kantong kresek kecil ditanganku hampi penuh kami pun kembali mengitari perkebunan  dan menuju pulang. Hidangan olahan jamur jangkos telah menggugah seleraku untuk segera dieksekusi.

Seiring waktu, Kebun Sawit Arvena menjadi contoh bagi kebun kelapa sawit lainnya di wilayah itu. Masyarakat sekitar juga terlibat dalam program-program pendidikan lingkungan yang diselenggarakan oleh pengelola kebun ini. Mereka belajar tentang pentingnya keberlanjutan, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, dan pelestarian lingkungan.

Kisah Kebun Sawit Arvena Indragiri Hulu menciptakan semangat positif di kalangan masyarakat dan industri kelapa sawit. Itu membuktikan bahwa dengan pendekatan yang bijak dan tanggung jawab, sektor pertanian dapat berkembang sambil tetap menjaga kelestarian alam. Kebun ini bukan hanya tempat untuk menghasilkan kelapa sawit, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun model pertanian berkelanjutan yang dapat diikuti oleh yang lainnya


TENTANG PENULIS

 

 

Penulis bernama Lifya seorang guru Anak Luar Biasa di SLB Negerri 1 Padang. Pernah mendapat reward ke negeri Sakura tahun 2014.  Pernah menjadi finalis menulis buku di Kemdikbud Tahun 2018. Lifya ada di dralifya@ymail.com dan WA 0852630

Berita

KELAS IT SLB NEGERI 1 PADANG KEMBA...

02 Feb 2024

Dibaca 449 Kali | 02 Feb 2024

Selengkapnya

SLB INSAN MULIA PAYAKUMBUH SEHARI DI SL...

27 Sep 2023

Dibaca 567 Kali | 27 Sep 2023

Selengkapnya

GANCI CANTIK PROJEK KEWIRAUSAHAAN DI SL...

21 Sep 2023

Dibaca 432 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

KEGIATA...

21 Sep 2023

Dibaca 300 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

GURU SLB NEGERI 1 PADANG LAUNCING BUKU

10 Aug 2023

Dibaca 362 Kali | 10 Aug 2023

Selengkapnya

PERPISAHAN DAN PELEPASAN MAHASISWA PPL P...

08 Aug 2023

Dibaca 309 Kali | 08 Aug 2023

Selengkapnya

Seni dan Budaya

HAPI FANIA SISWA TUNARUNGU JUARA SATU ME...

30 May 2022

Dibaca 567 Kali | 30 May 2022

Selengkapnya

TARI MOLAH BAGURAU MENGHIPNOTIS PENONTON

29 May 2022

Dibaca 387 Kali | 29 May 2022

Selengkapnya

SLB NEGERI 1 PADANG MENGGELAR ALEK NAGAR...

02 Feb 2022

Dibaca 612 Kali | 02 Feb 2022

Selengkapnya

Sumarak Minang Sahari di SLB Negeri 1 Pa...

22 Dec 2021

Dibaca 751 Kali | 22 Dec 2021

Selengkapnya

PENGEMBANGAN LITERASI BUDAYA UNTUK KEGIA...

22 Dec 2021

Dibaca 723 Kali | 22 Dec 2021

Selengkapnya

PESONA BATU BUSUK

10 Apr 2021

Dibaca 1182 Kali | 10 Apr 2021

Selengkapnya

Sastra

KELAS IT SLB NEGERI 1 PADANG KEMBA...

02 Feb 2024

Dibaca 449 Kali | 02 Feb 2024

Selengkapnya

SLB INSAN MULIA PAYAKUMBUH SEHARI DI SL...

27 Sep 2023

Dibaca 567 Kali | 27 Sep 2023

Selengkapnya

GANCI CANTIK PROJEK KEWIRAUSAHAAN DI SL...

21 Sep 2023

Dibaca 432 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

KEGIATA...

21 Sep 2023

Dibaca 300 Kali | 21 Sep 2023

Selengkapnya

GURU SLB NEGERI 1 PADANG LAUNCING BUKU

10 Aug 2023

Dibaca 362 Kali | 10 Aug 2023

Selengkapnya

PERPISAHAN DAN PELEPASAN MAHASISWA PPL P...

08 Aug 2023

Dibaca 309 Kali | 08 Aug 2023

Selengkapnya